Teks Dakwah tema "Makna Idul Adha"

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh


إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن، أَمَّا بَعْدُ


Pertama-tama marilah kita ucapkan rasa syukur kita kehadirat Allah SWT. Karena dengan nikmat-Nya kita dapat berkumpul pada pagi hari ini. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Segalanya hanyalah milik Allah semata, karena berkat nikmat hidayah, inayah dan karunianya sehingga kita masih diberikan kesempatan pada pagi hari ini untuk dapat berkumpul diforum kelas online ini dengan keadaan sehat. Karena salah satu nikmat yang sering dilupakan oleh manusia adalah nikmat sehat. Karena berkat perjuangannya lah kita dapat menikmati manisnya islam yang masih bisa kita rasakan dan kita perjuangankan hingga hari, menit, dan detik ini. Saya selaku pemateri akan menyampaikan tema yang berjudul Makna Perayakan Idul Adha.


Teman-teman sekalian

Perayakan hari besar umat Islam yang disebut dengan Idul Adha, disebut demikian karena pada perayaan ini umat Islam menyembelih hewan untuk kemudian dibagi kepada masyarakat. Hewan itu disembelih dengan tujuan pendekatan diri kepada Allah SWT; itulah kenapa hari raya idul adha juga kita sebut Hari Raya Qurban. Kata qurban dalam bahasa Arab berasal dari kata qaruba (qaf, ra, dan ba) yang berarti dekat. Penambahan an pada akhir kata memberikan makna lebih dekat, sangat dekat. Di sinilah indahnya, pemilihan kata qurban untuk hewan yang kita sembelih, supaya mempunyai makan sembelihan yang diniatkan untuk kedekatan kita kepada Allah. Maka tidak berlebihan, kalau hari raya idul adha kita sebut adalah perayaan kedekatan kita kepada Allah SWT.

Makna qurban ada dalam Al-Quran surat al-Maidah ayat 27:

( (((((((( (((((((((( (((((( (((((((( ((((((( ((((((((((( (((( ((((((( (((((((((( ((((((((((( (((( ((((((((((( (((((( (((((((((( (((( (((((((( ((((( (((((((((((( ( ((((( ((((((( (((((((((( (((( (((( ((((((((((((( ((((   

27. Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil): Aku pasti membunuhmu!. berkata Habil: Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.

Ibnu Jarir dalam tafsir Ibn Katsir menjelaskan bahwa Habil mengorbankan kambing yang terbaik yang dia punya, sedangkan Qabil mengorbankan hasil tananamnya yang jelek yang dia sendiri tidak mau.


Teman-teman sekalian 

Memberikan yang baik dan memperbaiki apa yang diberikan dalam bahasa Arab disebut dengan Ahsana  yuhsinu, perbuatannya disebut dengan ihsan; sedangkan orang yang melakukannya disebut dengan muhsin, jika banyak menjadi muhsinun. Melakukan perbuatan ihsan mengharuskan kita memberikan lebih dari apa yang biasa dilakukan. Ihsan lebih tinggi dari berbuat adil, karena adil adalah memberi kewajiban kita, dan mengambil apa yang menjadi hak kita, namun ihsan adalah memberi lebih dari kewajiban kita, dan mengambil lebih sedikit dari jatah kita.

Perbuatan yang seperti ini tidak mungkin dilakukan kecuali kita dekat dengan Allah dan kedekatan ini menjadikan kita selalu merasa melihat Allah atau dilihat Allah. Maka Rasulullah ketika ditanya oleh malaikat Jibril apa itu ihsan? Rasulullah SAW menjawab “أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك” kamu menyembah Allah seakan kamu melihatnya, dan jika kamu belum melihatnya, maka kamu merasa selalu dilihat oleh Allah.

Dengan ini kata Qurban yang berarti kedekatan dengan Ihsan sebuah perbuatan yang selalu terbaik menjadi dua kata yang saling terikat. Hal ini karena hanya orang yang dekat dengan Allah yang akan memberi yang terbaik; dan orang yang dekat dengan Allah akan selalu merasa melihat Allah atau dilihat oleh Allah. Maka bagi mereka, bagaimana mungkin seorang hamba berani memberi yang jelek padahal dia dekat atau merasa dekat dengan Allah. Bagi mereka tidak masuk akal sehat, seseorang yang tidak malu memberi yang jelek padahal Allah yang Maha Melihat baik yang nampak maupun yang ada di hatinya. Orang-orang seperti ini adalah golongan yang dicintai oleh Allah SWT, bahkan merupakan golongan yang paling banyak Allah sebut kecintaan-Nya kepada mereka. Allah sebutkan cinta-Nya kepada mereka sebanyak 5 kali dalam Al-Quran.


Teman-teman sekalian

Dari kisah ini, perayaan Qurban mempunyai makna sebagai pesta bagi orang-orang yang percaya sepenuhnya kepada Allah sehingga dia pasrah total dengan mengorbankan yang terbaik yang Allah berikan kepadanya. Hari ini dan tiga hari tasyriq kemudian, mereka mengumandangkan dengan segenap suka cita bahwa Allah yang Maha Besar, tiada tuhan selain Allah dan segala puji hanya bagi-Nya.


Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan, sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah. Bila ada tutur kata dan perbuatan dalam penyampaian ini ada kesalahan saya mohon maaf, dan kepada Allah saya mohon ampun. Saya akhiri,


Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Komentar

  1. kalo boleh kasih saran, artikelnya mungkin lebih dibuat SEO Friendly. biar lebih menarik.

    kasih saran juga di blog saya.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum sobat 😊😊

    BalasHapus

Posting Komentar